Minggu, 22 Mei 2011

SEMUA TENTANG BAGUS NUGROHO

mmm apa yah.. yang aku tau bagus itu bawel sukanya ngomentarin apa yang aku pakai, sukanya curhat, sukanya ngajak pulang tangerang bareng, sukanya GALAU hehehe.. sukanya tiba tiba ngajak maen ..

BAGUS NUGROHO sosok sahabat yang menurutku IDEAL banget ga pernah marah, selalu senyum, nyemangatin, komentarin , jujur, rajin, dan yang aku banggain dari dia "AKU GA MAU MANGGIL KAMU NAMA, AKU MAUNYA MBA, SOALNYA BAGAIMANAPUN KAMU SENIORKU," Hemmm junior yang baik hehe :D

kalau kamu sadar aku pernah nulis status "aku ga suka liat cowo nulis status galauria,, bla bla.. itu buat kamu gus.. aku gabisa ngomong langsung..

kalau kamu sadar tiap kamu ngomnetarin pakaianku.. dan aku selalu bilang kalo kamu itu PINKY BOY karena senengnya pake kemeja merah jambu.. aku kalo lagi jutek ato marah selalu senyum kan.. ga pernah aku jutekin kamu
karena kamu special bgt hehe

kamu bukan sekedar adik ku tersayang tapi kamu sahabat terbaik yang pernah ada..
kamu ga suka kalo aku mrah, gasuka kalo aku galau, gasuka klo aku diem.. kmu suka kalo aku CERIA makasih bagus..

maaf JUMAT DI PSKE pas kmu di samping aku, aku diemin maaf aku ga bls senyum kamu maaf bgus aku ga pernah nepatin janjiku klo kmu pengen pulang barng aku, maaf pas ditangerang aku batalin untuk kita maen bareng..

maaf di saat kamu butuh laptop aku gabisa pinjemin. maaf gus aku ga ada pada saat kamu sakarotul maut..

AKU SAYANG BAGUS .. KAMU SAHABATKU SAHABAT TERBAIKKU.. Oya kalo aku pulang tangerang insyalloh aku maen ke rumah barumu.. peranah bilang kan kalo aku pengen maen ke rumahmu GANTIAN aku yang maen yah.. :D smpai jumpa di syurga yah :D

Jumat, 08 Oktober 2010

Say that You love Me

matahari tegak memancarkan sinarnya
hingga aku tidak mampu melihat pagi yang cerah itu
mataku terasa tertutup melihat kekuatan cahayanya
sampai saat ini  aku hanya berpangku pada sejumput rumput yang memalu menggoyangkan tubuhnya.

sampai kapan aku harus menutupi mataku untuk sekedar melihat matahari?
ya, aku memang memudar di hadapannya..
sampai detik ini aku tidak mampu melihat matahari yang terarah kepadaku
banyak yang bilang matahari itu tersenyum menyambut akau yang tengah memalu padanya

akan tetapi aku tetap saja menggenggam rumput itu.
ya bagiku rumput itu adalah pelindungku
agar akau tidak terlalu melihat matahari
matahariku teruslah kau tersenyum seperti itu

bagiku kamulah yanga aku cintai.
if you say that you love me, ..

Rabu, 06 Oktober 2010

Rahasia

Sebuah kepenatan membara mengalir tiap fungsi nya
sampai saat ini aku terima rasa itu .
banyak hal yang ingin aku ceritakan katakanlah..
sampaikanlah
sesuai dengan ujung penat aku sampaikan keluh kesahku.
bagai picanto menrjang samudra laut biru..
penghantaran puing puing dan gemuruh ombak
aku menyampaikan nya..

dan hariku terntuk nya
walau sampai aku mati
tiada yang tau aku siapa tiada yang tau RAHASIAKU
tiada yang tau aku mencintaimu...

meski ada airmata

aku memang memuji mu seperti samudra ditengah peratapan para nelayan
aku memang mengagumi dari sudut ketidak sempurnaanmu.
karena kamu sanggup bertahan karenanya..
aku sangat mencintaimu dan aku pun tidak sanggup menahannya

ya aku hanya bisa diam termangu melihat kelakuan kita.
diamku bukan berarti aku menyerah.
akan tetapi aku mencintaimu

dari sudut manapun aku merasa paling bersalah..
bukan karena aku tak sanggup mengutarakannya
akan tetapi aku adalah wanita
jika kau menyadarinya ...

kamu tidak akan pernah mengerti
aku setelah aku  tiada..

yang aku perbuat sekarng adalah memberikan senyummu kembali untukku
meski ada air mata

Raisha

Pagi yang menantangkan matahari, membuat Raisha tersenyum indah dihiasi beban kecilnya..
Raisha gadis berusia 16 tahun yang tinggal hanya dengan seorang kaka laki lakinya bernama dandri,, mereka adik kaka berbeda ibu, ketika Dandri Dumina berusia 4 tahun Malihah ibunya meninggal karena kanker rahim atau biasa disebut serviks, dua tahun kemudian Dante ayahnya menikah dengan seorang gadis yang usianya masih 17 tahun bernama Nuri, dan melahirkan seorang putri bernama Raisha Putri Ananthana, Raisha sangat cantik, semua orang selalu memanjakan Raisha, sementara Dandri hanya bisa diam tidak menerima ada keluarga baru di dalam kehidupannya. ketika Dandri berusia 24 tahun dan Raisha berusia 15 tahun, ayah dan ibunya mengalami bencana saat mengunjungi sanak saudara di Situ Gintung Banten. Dandri hanya membisu sesekali meneteskan airmata, dan Raisha menangis dan terpukul atas kejadian ini. Saat ini Raisha selalu bekerja keras sebagai perempuan satu satunya di rumah mengurus rumah, serta menjadi loper koran harian. sementara Dandri bekerja hanya untuk dirinya, sebagai montir disebuah bengkel mobil.
        " koran, pak.." dengan sepeda ontelnya Raisha melempar dari satu rumah ke rumah lain.
 waktu menunjukan pukul 6.30 waktunya ia pergi ke SMK Muhammadiyah. dengan wajah lelah dan berkeringat ia tetap semangat mencari ilmu. Banyak sekali cercaan demi cercaan yang di dapat oleh Raisha karena ia hanya seorang loper koran dan sering menunggak biaya sekolah, ada juga sahabat yang selalu mendampinginya yaitu Nadia dan Raka. Raka memang senior dari Raisha dan Nadia, mereka akrab karena sama sama mengikuti ekstrakurikuler paskibra. sayangnya Raisha berhenti karena waktunya padat dan tidak memiliki baju untuk paskibra.
        "ca... Rishaaaa.. sini aku bawabekal dari mamahku ni buatmu ca " Nadia *sambil memegang nasi goreng buat Raisha.
        " huaaa enaknya tapi aku puasa bayar nii huuu.. buat buka aku aja deh " Raisha.
        " eiittss enak aja aku mana nad?? curang " Raka menimpali
        "hahahahahaha mas Raka kan lagi diet inget mas badanmu udah overweight malu buat angggota paskib hahahaha " nadia mengejek.
         " et dah ni anak ngeledek ya gak lah gw itu meskipun badan berisi tetep bnyak cewe yang ngntri,, cntohnya kalian ini.. tiap hari ngintiliiin gw mulu hoh " Raka
        " helooo mas raka wolles aja napa.. kita kan sayang dirimu takut bantet huahahahahahhaha " Nadia dan Raisha tertawa lepas meledeki Raka.

sesampainya di rumah Raisha harus segera masak untuk kakanya,. menu masakan yang di buat adalah nasi putih, dengan sayur daunsingkong, dan tenpe sebagai lauknya.

      " asalamulaikum.." Dndri pulang.
      " walaikum salam mas Dan,  :) " Raisha
      " kamu masak apa aku dah lapar.. oya buatkan aku air hangat buat mandi ga enak badan aku" Dndri
      " aku masak sayur daun singkong sama tempe,, tinggal di taro meja mas, oya airnya tadi dah aku masakin kok,, aku tau mas pasti capek " Raisha dengan halus
      " ya,, " Dandri
malam hari tubuh Dandri panas dan mukanya memucat.
     " mas, km sakit ya? mukamu pucat bgt,, mas mau aku pijat?"
     " udah deh gausah sok perhatian,, ga butuh .. "
     "astagfirullah mas, ica bukan sok perhatian tp ica ga tega liat mas "
     "urusan gw " Dndri sambil membanting pintunya
Rabu pagi sekitar pukul 07.30 Dndri baru terbangun dri tidurnya, dan ia mendapati sebuah handuk di keningnya dan sarapan di meja kamar tidurnya, tanpa sadar Risha mengompres kaka nya semalam suntuk..

di sekolah..
       " ya Alloh mas Dan gmana yah??? semoga dia baikan " dalam hati Raisha
       " ca aku ga suka deh liat kamu bengong ga jelas kya gitu,, ngelonjor yaa ayop ngaku ke gw,, "Raka
       " sumpah ya mas raka ni pikirannya negatiiif mulu ma aku sebel "
       " habisnya agw perhatiin muka lo kya pantat ayam merengkuuut aja"
       " sial lo ka,, sumpah ya ni senior nyari masalah "
       " ampuuun gw di bantai "
sore hari Dandri masih terlihat sakit, sikapnya yang tidak menghargai Raisha yng selalu merawat nya membuat dia seram seperti syaiton. dengan sabar Raisha merawat kakanya itu. seminggu kemudia kaka nya tidak kunjung sembuh malah bertambah parah. di bawanya Dandri ke puskesmas, diantarkan oleh Raisha, Nadia dan Raka. ternyata Dndri terkena tifus, dan harus dirawat di rumah sakit, karena tidak sanggup membayar Raka meminjamkan uang untuk biaya pengobatan.
       " mas raka maafin ica ya,, ngerepotin terus aku janji bakal balikin uangmu mas "
       " halah gpp kali ca, namya temen ya mesti bntu "
4 hari kemudian Dndri sudah bis apulang tapi keadaannya masih belum sepenuhnya pulih, sikap arogantnya tidak sirna ia terus menzhalimi adiknya.. sampai 4 tahun kemudian Raisha tumbuh dewasa dan sangat cantik, Raka yang kini kuliah di UGM harus meninggalkan sahabat sahabatnya, Nadia kuliah di Universitas Indonesia, sedangkan Raisha tidak kuliah. anehnya Raka tidak memberi kabar setelah 1 tahun tidak bertemu, anggapan Nadia dan Raisha Raka telah melupakan mereka.

Raisha hanya seorang penjual kue bolu kukus., ia tetap ceria dan tegar, Dndri seringkali mengambil uang adiknya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Raisha hnya bisa menerima sebab dia fikir, itu adalah kakaku.. kaka satu satunya.. sampai suatu saat ketika Raisha sedang menyetrika, kakanya yang ingin madi dengan air hangat mengamuk karena tidak di buatkan dengan segera oleh Raisha,, hingga setrikaan yang masih panas di tempelkan ke tangan Raisah, Raisha berteriak dan menagis, untungnya Nadia datang dengan tidak sengaja. akhirnya nadia membawakannya ke rumah sakit.
      " ca lo harus pndah dr rumah itu, tinggal di rumah gw... klo ga lo laporin ke Polisi kaka lo itu."
      " ga bisa sayang, bagaimanapun juga dia mas ku, mgnkin dia kesal krena aku tidak tanggap "
      " gw sayang lo ca, gw gamau liat lo kya gini "
      " tenang aja nad aku gw bisa kok :) " Raisha

malam harinya Dandri dengan tatapan benci melihat ke arah adiknya
      " Heh ca,, siapa yang kemarin dteng, ngapain dia dateng mulu?" dnadri dengan marah
      " siapa nadia?"
      " buka cowok pake mio itu"
      " oh itu mas syaiful, anaknya pa Rt"
      " mau apa dia terus terusan ke sini?? "
      " gpp dia cuma bertamu aja, memang kmren cari mas dandri katnya mau melamar Raisha aku ga suka mas."
     " G ada yang boleh bawa kamu pergi dari sini !!!!!"
tiba tiba tangan Dandri memegang pundak Raisha dan mencium bibirnya, Raisha tersentak "Astagfirullah mas, aku ade mas,. tetapi Dandri terus memegang dan mendorong tubuh Raisha ke bawah, dan memerkosa Raisha, Risha tidak bis berbuat apa apa mulutnya di bekam dan tubuh mungilnya di timapali oleh Dndri.. malam itu bagai neraka bagi Raisha.

Pagi pun tiba Raisha yang kesakitan, dan menagis tanpa henti pun tetap melanjutkan aktifitasnya , memasak, dan manecuci, kali ini ia tidak bisa berjualan, sementara Dandri belum bangun.
Ketika Raisha memasak, Dndri mencium kepala adiknya itu,, dan bilang " maaf sayang aku hanya tidak mau kehilanganmu "
Raisha menghindar terlihat raut wajah marah , tetapi ia sadar yang ada di hadapannya adalah kakanya sendiri,, ia mencoba sabar dan sabar, padahal seringkali ia merasa jijk karena ia harus menerima perlakuan yang tidak pantas.. Sebulan kemudian, Raisha muntah muntah, Nadia membawanya ke klinik dekat rumahnya.. dan apa yang terjadi 
         " de Raisha ,, ade hamil, sekarang berumur 3 minggu kandunga ade"
         "Ica apa yg terjadi jelasin ke gw?"
Raisha hnya diam dan bingung apabila ia bilang sejujurnya, kaka nya dalam masalah.. belum lagi pandangan masyarakat. akhirnya ia menjawab jujur tapi tidak menyebutkan bhwa itu kakanya
        " aku hamil karena aku bercinta dengan seorang pria yang aku anggap dia itu pelindungku "
        " ca lo itu gila, lo mau aja ngorbanin tubuh lo buat dia yang ahhh gw gatau siapa laki laki itu!"
        " tenang nad, kmu pergi dr hidupku aku gamau kmu malu gr gr aku,, plis.."
        " gw sahabat lo sampai kapanpun tetep bgitu,, yaudah sayang,, tetep yah semangat"
 malamnya Raisha cerita kalau dia hamil ke kakanya
       " mas ica hamil anak mas,, apa yang mesti kita lakuin?"
       " ca, mas mohon kamu jn gugurin anak kita,, masa bodo dengan anggapan orang tho kita saling mencintai."

Raisha hanya memngguk saja.. selang waktu 5 bulan perut ica membesar, tetangga sudah bergosip sana sini tentang kehamilan ica.
      " eh eh si Raisha tampang doang manis,, kelakuan nol.. kakanya aja yang sangar tetapi dia ga pernah tuh bejatin cewe mana ada cewe diajaknya masuk "
      " iya jeng,, emang muka doang yang manis ciih "

Raisah terpukul sekali dunia bagaikan runtuh dan matahari tidak akan datng lagi untuknya..
seminggu berlanjut Ica mengalami depresi tinggi ia hanya diam membisu,, nadia yang merawatnya..
sampai ketika Raisha harus dilarikan ke rumah sakit karena kandungannya lemah dan, dia stress..

Dandri tidak ikut mendampinginya karena takut Nadia curiga,, Dnadri hanya berdiam diri di rumah,. dan tiba tiba ia emnuju kamar Raisha dan membaca diary nya

Dear sahabat diamku Diary

aku senang memiliki kaka seperti mas Dan, meskipun rada keras tapi aku tau dia sangat sayang ica, hahahaha iyalah aku kan adiknya...
mas kalo boleh jujur ica pengen banget ngobrol tertawa dan bercanda sama mas, tiap ica nulis di diary ini belum perbah ica tidak menangis...
mas dandri tau ga,, kenapa ica ga pernah mempermasalhkan kalo mas kasar ke ica..karena ica sayang mas, ica bakalan nungguin mas terbuaka buat ica,, kata ibu  mas itu baik, walaupun diam, tapi mas bagaikan sayap kiri ica,, jadi harus akur sma sodara :) hahaha klise bgt emang

Dear sahabat diam ku diary

mas Dandri ya lagi lagi kaka tersayang yang aku jadikan topik karena tidk ada hentinya aku mencintai kakaku itu..
mas aku ingin bilang bhwa ademu yag satu satunya ini sedang jatuh cinta,, hahaha tapi tenag aja masaku lebih mebcintaimu... sampai aku putuskan tidak memilihnya untukmu mas,, aku tidak tega meninggalkanmu... jadi aku putuskan untuk melihat mu bahagia dulu dengan calon ipar yang akan gantiin posisiku dan ibu "

Dear sahabat diam ku diary

malam ini malam yang membuat aku merasa hina dan kotor.. aku sudah tidak perawan dan itu adalah perbuatan kaka ku sendiri sayap kiriku.. mas ica syng mas, tpi bukan ini yang ica pengen ini salah besar mas,, tpi ica janji gak akan kasih tau siapa siapa kalo mas yang menodai ica "

hati Dndri teriris melihat note adiknya,, dia merasa menyesal dan merasa benci kepada dirinya sendiri.. sampai akhirnya ia pergi ke rumah sakit untuk menemui Raisha.. saat di ujung pintu Dandri meliahat pria yang memegang tangan Raisa dan itu adalah Raka.. Nadia yang mengiformasikannya, sebelumnya Raka tidak ingin lagi menemui Raisa akan tetapi nadia membrikan surat untuk Raka dari Raisha sebelum Raka pergi ke ugm
 ditulisnya surat yang belum sempat di baca oleh raka :
Mas aku bukanlah wanita yang menganggapmu sebagai malaikat dalam hidupku
buakn pula aku menganggapmu sebagai pelindung dalam batin dan jiwaku.. melainkan aku menganggapmu sebagai sayap kanan ku, yang membawa aku terbang dalam angan, mebawaku terbang dalam beban dan membawaku dalam kesempurnaan.. ya kaulah sayap kananku

maaf mas raka aku belum sempat menjelaskan maksud hatiku mas..

bahwa aku sangat mencintai mas raka..
aku mencintaimu bagai puisi yang berbait indah sekali
sesekali aku memndang wajahmu yang aku fikir kamulah cintaku dewa dari hidupku
dan darah yang mengalir deras di kepalaku..
mas raka seandainya mas tau mas lah hidup ku

dan seandainya wktu dapt diulang, aku akan memaksamu untuk mendengarkan
" MAAF AKU TIDAK BISA IKUT DENGANMU SAAT INI MAS, AKU TIDAK BISA MENIKAH DENGANMU,, KARENA AKU TIDAK TEGA MENINGGALKAN SAYAP KIRIKU.. AKU INGIN MELIHAT SAYAP KIRI KU BAHAGIA DULU DENGAN WANITA IDAMANNYA... BIAR AKU TENANG MENINGGALKANNYA MAS, SAYAP KIRIKU ITU ADALAH KAKA KU SENDIRI MAS DANDRI DAN SYANG KANANKU ADALAH KAMU RAKA SANDIANAR MAHENDRA.. hanya saja ucapanku terpotong sebelum aku menjelaskan siapa sayap kiriku..

sampai kapanpun aku menuggumu mas..

airmata jatuh dari mata Raka ia menyesal karena meninggalkan wanitanya ini.. Nadia juga menyesal kenapa ia dulu tidak bisa membaca perasaan temannya.. terlebih dandri yang menyesal dengan sangat
       " ya Alloh apa yang telah aku perbuat kepada adik tersayang Raisha, yang rela mengorbankan hidup dan cintanya hanya untuk kaka yang bejat ini.."

akhirnya Dndri memberitahukan bahwa dirinyalah yang memerkosa Raisha kpda Raka dan Nadi,, spontan Raka marah dan memukul Dndri " LIAT INI PERBUATAN LO MAKHLUK HINA KAKA MACAM APA LO"

" sabar mas, ini bisa kita selesein tnpa marah kya gini.. "
akhirnya Dandri menyerahkan dirinya kepada poilsi akan tetapi Raisha meninggal dengan anak yang dikandungnya,, sebelum ia meninggal ia sempat sadar dan berbisk pada raka

" Mas, aku senang mas tau persaanku yang sudah lam aku pendam,.. mas harus bahagia tanpa ica yah,, karena mas adalah berlian bagi ica,, yag ga akn pernah pudar walau ica mati nanti.. tolong ampuni mas dandri, kalian adalah sayapku yng menhantarkan ku ke surga "


Cerpen by Dian Purnamasari :)